Rampungkan Seluruh Tahapan Pendidikan Pengawas Partisipatif, Peserta Apresiasi Inisiatif Bawaslu Gandeng Mereka Sebagai Pemilih Potensial
|
KOTAMOBAGU - Peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Dalam Jaringan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Kotamobagu selesaikan seluruh tahapan dari proses pendaftaran hingga rencana tindak lanjut. Kamis, 13 November 2025.
Perlu diketahui bahwa seluruh peserta telah mengikuti beberapa tahapan pelaksanaan P2P Daring 2025 ini mengikuti seluruh tahapan mulai Oktober hingga November 2025.
Selain itu, peserta P2P Daring Bawaslu Kotamobagu terdaftar sebanyak 40 orang dari kalangan Pemilih Potensial yang tersebar di tiga Sekolah menengah di Kota Kotamobagu serta beberapa orang dari perwakilan tokoh masyarakat. Namun hanya ada 38 total peserta yang dapat menyelesaikan seluruh tahapan ini.
Dengan menyelesaikan rencana tindak lanjut P2P Daring 2025, maka seluruh peserta hanya tinggal menunggu pengumuman serta penyerahan sertifikat sebagai peserta.
Peserta P2P Daring apresiasi pelaksanaan ini dan mengatakan bahwa mereka tercerahkan tentang apa dan bagaimana cara kerja Pemilihan dan Pemilu dari kacamata Bawaslu serta merasa dihargai sebagai para pemili potensial di Pemilu dan Pemilihan nantinya.
berikut ini beberapa pernyataan peserta P2P Daring 2025 setelah selesaikan tahapan rencana tindak lanjut:
"Saya merasa program ini membuka mata kita bahwa Pemilu bukan hanya sekadar mencoblos, tetapi juga perlu diawasi agar berjalan jujur dan adil. Program ini perlahan berhasil mengatasi kurangnya pengetahuan siswa terhadap Pemilu, tahapan-tahapan, dan isu politik kebangsaan lainnya," ungkap Santi Tribawanti siswa SMK Cokroaminoto Kotamobagu.
"Siswa merasa dihargai karena dianggap sebagai kelompok potensial yang memiliki peran penting. Hal ini menumbuhkan keberanian untuk bersuara dan melaporkan jika melihat indikasi pelanggaran dalam pelaksanaan Pemilu. Program ini berfungsi sebagai pendidikan politik yang efektif, tidak hanya mengasah aspek kognitif (pengetahuan), tetapi juga membentuk karakter warga negara yang bertanggung jawab, berintegritas, dan tidak mudah terpengaruh oleh politik uang atau isu SARA," kata Silta Potabuga siswa SMK Cokroaminoto Kotamobagu.
"Program Pendidikan Pengawas Partisipatif Bawaslu adalah investasi nyata untuk ketahanan demokrasi Indonesia. Ia tidak hanya mencetak relawan, tetapi mengaktivasi Rakyat yang kritis, terampil, dan terhubung. Di tengah narasi pesimisme tentang politik, program ini adalah oase optimisme. Ia membuktikan bahwa demokrasi tidak mati; ia hanya butuh lebih banyak Rakyat yang rela menjadi penjaganya," ungkap Irhan Maulan Sengkey peserta P2P kotamobagu.
Arie Setiawan Mokodompit Koordiv HPPH yang juga PIC pelaksanaan P2P Daring di kotamobagu mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan seperti ini maka akan menimbulkan kesadaran masyarakat luas tentang proses dan progress Pengawas Pemilu.
"Kegiatan yang dilaksanakan Bawaslu RI ini merupakan salah satu manifestasi dalam menyadarkan masyarakat luas terkait dengan peran penting mereka sebagai Pemilih dan Penentu masa depan Bangsa," ucap Setiawan.
Foto : Ayon Adiyarto Okong
Penulis : Humas
Editor : Humas