Lompat ke isi utama

Berita

Peserta P2P Bawaslu Kotamobagu Antusias Ikuti Diskusi Daring, Arie: In The Age Of Information, Ignorance Is a Choice

Foto Diskusi Daring

KOTAMOBAGU - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara gelar Diskusi Daring bersama Peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Dalam Jaringan (Daring) tahun 2025 melalui Zoom Meeting pada hari ini Kamis, 06 November 2025.

Pelaksanaan Diskusi Daring dilaksanakan Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara dengan beberapa pembagian (Titik) untuk beberapa Kabupaten/Kota. Bawaslu Kota Kotamobagu tergabung dalam Titik III bersama Booltim dan Bolsel.

Peserta P2P bawaslu Kota Kotamobagu sangat antusias dalam mengikuti Diskusi Daring ini, peserta berjumlah 38 orang dari beberapa Sekolah Menengah dan Tokoh Masyarakat.

Selain peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), Bawaslu Sulut juga menghadirkan Narasumber yang berasal dari Akademisi dan Pegiat Pemilu yakni Dr. Irene Tangkawarow, MISD serta Anggota Bawaslu Kab/Kota. dan untuk Kotamobagu Narasumbernya yakni Arie Setiawan Mokodompit, ST Koordiv Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas dan Yulianus F. Pelealu, S.IP, M.Si Koordiv Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa.

Adapun materi yang dibawakan oleh Narasumber pertama Dr. Irene adalah "Mengoptimalkan Teknologi di Era Digital untuk Pemilu Berkualitas".

Menurutnya Pengawas Pemilu harus bertransformasi dari yang semula Patroli menjadi Pengawas Jejaring Digital, dengan tujuan menjadikan setiap warga negara sebagai “mata dan telinga” bawaslu secara digital.

“Kita harus bertranformasi dari pengawas Patroli menjadi pengawas jejaring digital (Digital Networking Watcchdog)" Ujarnya

Sementara itu dalam memaparkan materinya Yulianus Pelealu mengatakan bahwa Bawaslu berharap para peserta kedepannya menjadi bagian penting dalam melakukan Pengawasan secara partisipatif.

"Harapan kami (Bawaslu), Adik-Adik peserta akan tergerak hatinya untuk menjadi Pengawas Partisipatif dimasa mendatang untuk menjadi pilar-pilar baru Bawaslu", Ucap Didi sapan akrabnya.

Selain itu, Arie Setiawan Mokodompit pada akhir materinya mengutip salah satu Kutipan kritis dari Donald Miller "In the age of information, ignorance is a choice".

"Menurut saya ada sebuah kutipan dari Donald Miller yang kritis yang semoga saja menjadi motivasi untuk kita semua menjadi melek (membuka mata) kutipannya seperti ini "In the age of information, ignorance is a choice" berarti tidak ada alasan untuk tidak tahu karena begitu banyak informasi yang tersedia, dan seseorang memilih untuk tidak mencari pengetahuan tersebut," jelasnya.

Penulis : Deri Indira Pakasi
Foto : Ayon A. Okong
Editor : Humas

Tag
Berita