Bawaslu Kotamobagu Perketat Pengawasan Coktas PDPB Triwulan II, Arie : Kami Pastikan Sesuai Prosedur dan Fakta Lapangan
|
KOTAMOBAGU – Bawaslu Kota Kotamobagu secara aktif melakukan pengawasan melekat terhadap pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) dalam rangka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II. Guna memaksimalkan pengawasan, Bawaslu Kotamobagu membagi jajaran menjadi empat tim yang disebar ke berbagai wilayah.
Anggota Bawaslu Kotamobagu, Arie Setiawan Mokodompit, ST, yang memimpin Tim I, turun langsung meninjau proses Coktas yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu. Dalam agenda ini, tim KPU yang dikomandoi Komisioner Ilmi Khaidir Paputungan melakukan verifikasi lapangan di Desa Poyowa Kecil dan Kelurahan Motoboi Kecil.
Dalam pelaksanaannya, ditemukan beberapa catatan penting terkait validitas data pemilih di lapangan:
• Di Desa Poyowa Kecil: Ditemukan satu warga yang telah melakukan perubahan data NIK. Selain itu, terdapat data seorang anggota TNI yang dalam koordinasi KPU dan Kodim tercatat sudah pensiun, namun saat dikonfirmasi, yang bersangkutan menyatakan belum menerima SK Pensiun dan masih aktif bertugas.
• Di Kelurahan Motoboi Kecil: Petugas mendapati satu orang pemilih yang menurut data KPU sedang berada di Kairo, Mesir. Hasil konfirmasi lapangan membenarkan bahwa yang bersangkutan memang masih menjalani aktivitas di luar negeri.
Menanggapi berbagai temuan tersebut, Anggota Bawaslu Kotamobagu, Arie Setiawan Mokodompit, ST, menegaskan pentingnya akurasi data dalam setiap tahapan pemutakhiran.
"Pengawasan yang kami lakukan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap perubahan data pemilih dilakukan sesuai dengan prosedur dan berbasis fakta di lapangan. Terkait temuan di lapangan—baik mengenai perubahan NIK, status anggota TNI yang masih aktif, maupun warga yang berada di luar negeri—kami meminta KPU untuk terus melakukan sinkronisasi data secara lebih mendalam dan akurat. Hal ini menjadi perhatian khusus agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyusunan daftar pemilih nantinya. Prinsip kami adalah memastikan hak pilih warga negara terlindungi, namun tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku," tegas Arie.
Arie menambahkan bahwa Bawaslu akan terus mengawal proses ini hingga selesai untuk menjamin data pemilih yang akurat, komprehensif, dan mutakhir untuk keberlanjutan proses demokrasi di Kota Kotamobagu.
Humas